FORMULA PUPUK HIDROPONIK SEBAIKNYA FLEKSIBEL MENGHADAPI PERUBAHAN CUACA.

YOS SUTIYOSO : CATATAN HIDROPONIK YANG TERCECER, DIBUANG SAYANG. Nomer seri 09.
FORMULA PUPUK HIDROPONIK SEBAIKNYA FLEKSIBEL MENGHADAPI PERUBAHAN CUACA.

As bumi yang miring 23,5 derajat menyebabkan adanya musim hujan dan kemarau, diselingi pancaroba sepanjang tahun. Cahaya matahari tidak menentu sehari-hari intensitas dan lamanya masa penyinaran. Ditambah fluktuasi yang parah oleh pengaruh awan, kabut, hujan, dsbnya, sehingga proses foto-sintesa berlangsung dalam taraf rendah, dengan hasil yang rendah pula.
Kelembaban juga bergejolak dan tergantung pada jatuhnya presipitasi air hujan dan embun, yang tiap waktu berbeda-beda intensitasnya, dan kebanyakan tanpa bisa dikendalikan oleh penggiat hidroponik. Adanya budidaya hidroponik beratapkan langit, berserah total pada gejolak alam; air hujan berkelanjutan membasahi tanaman sepanjang musim hujan, dan membiarkan udara kering kerontang di musim kemarau.
Bagaimanakah merumuskan formula pupuk, apakah disesuaikan pada kondisi matahari bersinar cerah, ataukah dengan kondisi remang temaram, bila matahari malu menampakkan sinarnya? Dalam mencari solusi, merumuskan formula pupuk yang sesuai dengan segala macam cuaca, diambil kebijaksanaan untuk lebih mengarah pada kondisi sinar matahari yang paling intens.
Caranya ialah dengan merekayasa asupan unsur hara P, mengingat unsur ini berperan dalam merubah gelombang sinar matahari menjadi energi kimia, dalam bentuk karbohidrat. Singkat kata, dalam formula A-B mix hendaknya asupan P diberi sebanyak 60 – 80 ppm. Dalam kondisi mendung, availability/tersedianya unsur P yang banyak, akan memudahkan tanaman menyerapnya.
Dalam kondisi cerah, seluruh asupan P itu bisa diserap, walau berat atom unsur P besar. Tanaman berenergi tinggi, karena kandungan karbohidratnya besar, sebagai hasil foto-sintesa yang gencar, pada kondisi cahaya matahari yang cerah. Percepatan pertumbuhan ini menyebabkan umur tanaman layak panen menjadi lebih pendek. Pun akan beralih lebih cepat dari fase vegetatif ke generatif.
Cuaca cerah atau mendung, sangat mempengaruhi kebugaran penampilan sayuran. Ambil contoh tanaman sayuran Caysim, yang terlihat letoy, lemah gemulai, pada saat cuaca suram. Dengan cepat dapat dikatakan bahwa hal ini adalah gejala defisiensi Ca. Diambil pula perkiraan, bahwa asupan Ca sebaiknya ditingkatkan hingga level tertentu. Timbullah pola fikir untuk memberi asupan Ca setinggi sekian-sekian, bila merumuskan kembali batch pupuk berikutnya, supaya pengadaan unsur Ca terjamin di kondisi mendung atau cerah.
Masalah ini diatasi dengan menaikkan EC, tanpa merubah formula, karena dimiliki hanya satu tandon, dengan satu formula. Di lain fihak harus berhati-hati, karena menggunakan EC tinggi berarti mendekati kejenuhan, hingga efisiensi penyerapan menurun. Malahan bila peningkatan diteruskan, akan terlampauilah “nilai ambang keracunan’ dan tanaman akan gosong.
Mengurangi unsur yang meringankan bobot sayuran, yaitu Ammonium, kation yang ringan sekali, diserap banyak oleh akar, menyeret-serta air masuk ke dalam sistem tanaman, menyebabkan konsistensi sel amburadul, tanaman malformasi dengan bentuk yang ngaco, dan rasa yang hambar!

YOUR COMMENT