PADA TEMPERATUR YANG TINGGI, SAYURAN YANG DIHASILKAN AKAN KURANG BOBOTNYA.

YOS SUTIYOSO : CATATAN HIDROPONIK YANG TERCECER, DIBUANG SAYANG. Nomer seri 07.
PADA TEMPERATUR YANG TINGGI, SAYURAN YANG DIHASILKAN AKAN KURANG BOBOTNYA.

Tentu ada sebabnya petani lebih senang menanam sayuran di dataran tinggi yang adem hawanya, daripada di sepanjang pantai, di dataran rendah. Simaklah bahwa semua sentra produksi hortikultura, terutama sayuran, semuanya berada di wilayah pegunungan Di samping cuacanya yang kondusif untuk sayuran, juga airnya yang dingin, terasa segar, dan tinggi kadar oksigen-terlarutnya.
Di air, di wilayah pantai dengan temperatur udara yang tinggi, molekul oksigen O2 tidak bisa diam, bergerak terus tanpa hentinya; akan lebih cepat lagi pergerakannya, bila temperatur meningkat lebih tinggi lagi. Akhirnya menguap-bebaslah oksigen dari air, kembali ke udara, di mana pada umumnya kadar oksigen adalah 20,9 %.
Dengan turunnya kadar oksigen-terlarut dalam air, akar akan kesulitan respirasi/bernafas, dan energi yang dihasilkan akan berkurang. Beberapa kegiatan mengendur karenanya, misalnya mengecilnya penyerapan hara dan air, sehingga tanaman terlihat mulai melayu, karena sel dan jaringan kehilangan turgor, tegangan sel. Derajat pertumbuhan tanaman juga hanya kecil saja, dan diperlukan umur yang lebih lama untuk mencapai kriteria layak panen.
Tingginya temperatur, yang menyebabkan rendahnya kandungan oksigen-terlarut, menyebabkan penyerapan unsur hara nutrisi tidak maksimal. Besar kemungkinannya hal ini akan menyebabkan timpangnya “konsistensi sel”, amburadulnya rasio kation dan anion di vakuola di dalam sel. Jelas hal ini akan merubah dan menurunkan kuatnya rasa dan aroma, komponen kualitas yang utama.
Temperatur yang tinggi, yang menyebabkan besarnya dehidrasi, dapat menghilangkan “crispyness”, renyah, disertai memudarnya kilau daun, yang mungkin akan mengurungkan seseorang berbelanja. Daya tahan di gerai supermarket akan memendek, dan memperbesar kemungkinan di-“returned”, dikirim kembali, bila sayurannya diserahkan berdasarkan perjanjian konsinyasi.
Temperatur udara tinggi, respirasi meningkat, yang termudah direspirasikan ialah karbohidrat. Bobot tanaman menyusut cepat, sedang anabolisma/pembangunan tidak bisa secara efisien memanfaatkan energi yang terbentuk, terbuang percuma. Pengusaha hidroponik berproduksi dengan bobot menjadi tujuan, harus menghindari temperatur udara tinggi dan kehilangan bobot.
Karbohidrat yang merupakan bahan baku untuk pembentukan protein, lemak, dsbnya, bila jumlahnya kurang, dan susunan kimianya tidak unggul, tidak bisa menghasilkan sayuran yang rasanya aduhai. Kehilangan bobot, sering diikuti berkurangnya rasa, dan turunnya aroma. Tentunya “berat jenis”-nya juga akan terpengaruh! Ukuran sayuran besar, tetapi timbangannya rendah.
Di Cileungsi, Jawa Barat, pada suatu siang, dengan temperatur udara sekitar 32 oC, diamati pengaruhnya terhadap berat jenis sayuran Lettuce, yang ditanam secara NFT, dengan EC 2,0 mS, setara TDS 1.000 ppm. Curah/flowrate 2 ½ liter/talang 12 m/menit. Tanpa atap plastik UV. Di wilayah Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, pada hari yang agak berawan. Didapat bobotnya 203 gram, volumenya 280 ml, dan disimpulkan angka berat jenisnya ialah 0,725. Sayang angka bandingnya belum ada, sehingga belum bisa disimpulkan, apakah berat jenis ini optimal?

YOUR COMMENT